Selasa, 18 Juni 2013

MERUMUSKAN SOLUSI MASALAH

BAB 3
“MERUMUSKAN SOLUSI MASALAH”


DISUSUN OLEH :
NAMA : RUDIYANTO
NO : 24
KELAS : XTKR 3

SMKN 1 KALIJAMBE
TAHUN PELAJARAN 2012/2013







A.      PILIHAN GANDA BAB 3
JAWABAN
1
C
2
C
3
B
4
E
5
C
6
B
7
C
8
B
9
C
10
D
11
E
12
C
13
D
14
C
15
B

B.      URAIAN
JAWABAN

1. Pengertian masalah menurut Djarwanto:
    a. Masalah adalah suatu hambatan dalam pencapaian tujuan.
    b. Masalah adalah suatu keadaan yang membuat kita ragu-ragu, bingung,
        cemas untuk memutuskannya.
    c. Masalah adalah kesenjangan antara sesuatu yang diinginkan dengan
        kenyataan.
    d. Masalah adalah tindakan penyimpangan dari norma atau aturan yang
        berlaku.
    e. Masalah adalah kesulitan yang menggerakkan orang untuk
        memecahkannya.

2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam teknik pemecahan masalah:
    a. Kemampuan Mengatasi Rasa Takut
        Penyebab kegagalan seseorang dalam berwirausaha adalah besarnya rasa takut yang berlebihan. Teknik pemecahan masalah yang harus dilakukan pertama kali adalah kalahkan rasa takut Anda yang ternyata hanya sebuah perasaan yang berlebihan.
    
    b. Kemampuan Berpikir Kreatif
        Kreativitas adalah ilmu atau cara untuk mengolah sebuah masalah untuk dijadikan sebuah peluang, manfaat, penambahan ilmu pengetahuan, nilai tambah, pengalaman serta informasi yang berguna di kemudian hari. Betapa pentingnya kreativitas dalam teknik penyelesaian masalah, baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika Anda bekerja atau berwirausaha.

3. Jenis-jenis rasa takut ketika memulai berwirausaha:
    a. Takut ditertawakan orang.
    b. Takut rugi.
    c. Takut bangkrut atau jatuh miskin.
    d. Takut kelelahan.
    e. Takut stress.
    f. Takut terlihat bodoh.
    g. Takut mencoba. 

4. Cara mengalahkan rasa takut dalam memecahkan masalah:
    a. Ketakutan itu hanya persepsi saja. Coba Anda lihat lebih detail lagi dan
        uraikan masalahnya.
    b. Pelajari dari segala hal sehingga ketakutan Anda berkurang.
    c. Ketakutan terkadang mengada-ada saja, hal ini dikarenakan gelapnya
        pikiran, tidak tahu harus berbuat apa.
    d. Masuklah ke dalam rasa takut itu. Ketakutan itu hanya tampak luarnya saja
        yang buruk tetapi tidak di dalamnya.
    e. Ketakutan itu ada karena tekanan mental dan psikologis Anda akan
        kesempurnaan.
        Cobalah dengan ketidaksempurnaan dan biarkan Anda mengenali
        masalahnya secara
        jelas dan jernih.
    f. Persiapan yang semakin baik akan membuat rasa takut berkurang. Semakin
       Anda Mengetahui keadaan yang terjadi dan hal-hal apa yang menghambat,
       maka ketakutan itu akan menghilang dengan sendirinya.
    g. Buatlah rasa takut itu sekecil mungkin atau nyaris tidak ada artinya.
    h. Mulailah dari yang bisa Anda kerjakan. Ciptakan kepercayaan diri terlebih
        dahulu baru Anda mendapatkan keberanian.

5. Perbedaan antara masalah dan bukan masalah:


Masalah
Bukan Masalah
1. Keterkaitan dengan usaha/ kegiatan dan persoalan saat itu
1. Langsung
1. Tidak berkaitan langsung
2. Manfaat
2. Ada
2. Belum ada (saat itu)
3. Apakah sudah pernah dialami sebelumnya?
3. Belum
3. Bisa sudah dan bisa juga belum pernah dialami.
4. Hasrat untuk menyelesaikan segera
4. Ada
4. Belum tentu ada

6. Jenis-jenis masalah dalam usaha:
    a. Masalah yang Bersifat Terkendali
Masalah yang bersifat terkendali adalah masalah yang timbul karena suatu hal akibat kesalahan manusia, kerusakan alat, atau kejadian di luar kendali system tetapi masih dapat dikendalikan.
    b. Masalah Kritis
Masalah kritis adalah masalah yang harus segera diselesaikan sesegera mungkin karena memengaruhi kelancaran dari kegiatan lainnya.

    c. Masalah yang Bersifat Tidak Terkendali
Masalah yang bersifat tidak terkendali adalah masalah yang bersifat tiba-tiba.
Anda tidak bisa mengendalikan faktor penyebabnya, yang bisa dilakukan tanpa
melakukan antisipasi dan proaktif untuk meminimalkan dampak perubahannya.

7. Macam-macam cara mencari dan menentukan alternatif pemecahan masalah:
    1. Merumuskan masalah dengan melihat faktor penyebabnya.
    2. Pengumpulan data riil (nyata) dan fakta-fakta yang ada terlebih dahulu.
        Data-data yang dikumpulkan berkaitan dengan:
a.      aliran (flow) proses keputusan manajemen,
b.      dampak kualitas,
c.      aliran (flow) proses pekerjaan dan prosedur pekerjaan,
d.      pihak lain (suplier, pemasok, mitra, bank, dan pesaing),
e.      alat, mesin, dan sarana yang digunakan,
f.        sumber daya manusia (karakter operator, keterampilan pengguna, standar keahlian dengan pengetahuan pekerja, kriteria pendidikan yang disyaratkan, dan uraian pekerjaan),
g.      area, lokasi, lingkungan, dan tempat kerja,
h.     cuaca, iklim, dan situasi,
i.        pihak luar perusahaan (pesaing baru, perubahan pola persaingan, tren atau gaya persaingan, perubahan peraturanbaik dari pemerintah atau dunia, masalah pajak dan perijinan, masalah tuntutan sosial, dan dampak perusahaan terhadap lingkungan AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan).
    3. Membuat kerangka keputusan terlebih dahulu beserta solusinya.
    4. Mengadakan riset, baik itu dalam bentuk audit (pemeriksaan) data atau penelusuran di lapangan.

8. Jenis alternatif pemecahan masalah:
    1. Pemecahan Masalah Tunggal
        Langkah-langkah pemecahan masalah tunggal:
a.      Mengidentifikasi masalah, apakah dianggap sebagai masalah, atau bukan masalah.
b.      Tentukan faktor penyebab.
c.      Analisis dampak masalah tunggal tersebut terhadap sistem dan prosedur kerja, proses manajemen, kualitas produk, harga, aspek keuangan, sarana dan prasarana, mesin dan peralatan, dan dampak terhadap pihak luar (pelanggan).
d.      Setelah ditentukan dampaknya, kemudian lakukan langkah keputusan perbaikan langsung.
  Langkah perbaikan bisa berupa:
·         Surat keputusan manajemen tentang langkah perbaikan.
·         Perubahan kebijakan perusahaan.
·         Perubahan peraturan perusahaan.
·         Perubahan tata tertib.
·         Perbaikan prosedur kerja.
·         Pelatihan (training) dan pengarahan kembali dari supervisor, manajer, atau pimpinan perusahaan.
e.      Melakukan langkah perbaikan.
f.        Amati dampak lain dari pelaksanaan perbaikan dan lakukan perbaikan ulang jika diperlukan.
g.      Buatlah catatan penting dari analisa pemecahan masalah tersebut untuk dijadikan dokumen yang suatu saat bisa diperlukan.
    
    2. Pemecahan Masalah Simultan Tunggal ( Beruntun)
            Caranya sama dengan pemecahan masalah tunggal, namun untuk analisia dampak
        dan identifikasinya lebih panjang, lebih teliti, lebih detail, dan dilakukan secara
        sequensial (beruntun) sehingga masalah bisa diselesaikan dengan tuntas dan
        diawasi secara saksama.

    3. Pemecahan Masalah Kompleks
        Pemecahan masalah kompleks sedikit berbeda dengan masalah tunggal.
        Perbedaannya adalah sebagai berikut:
a.      Proses identifikasi dan faktor penyebabnya lebih kompleks. Untuk itu, sebaiknya dibuat pohon masalah (decision tree) dan factor penyebabnya.
b.      Analisa dampaknya lebih banyak dan kompleks (contoh: kerusakan mesin).
c.      Proses langkah identifikasinya, lebih teliti dan dipelajari dengan baik dan saksama. Bila perlu dilakukan riset dan uji coba ( trial)  di lapangan secara langsung dan dicatat serta ditelusuri dampak-dampaknya.
d.      Proses pengambilan keputusan perlu dilakukan dalam rapat manajemen tingkat direksi dan manajer.
e.      Lebih focus dari masalah simultan tunggal.
f.        Lebih lama waktunya.
g.      Lebih luas dampaknya.
h.     Lebih besar biayanya bila terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan.
i.        Lebih berisiko.

9. Kunci sukses pemecahan masalah:
    a. Bersikap tenang.
    b. Berpikir positif.
    c. Berpikir detail dan imajinasikan dampaknya secara global (luas), agar bisa diketahui
        hal-hal yang akan terjadi di luar kendali.
    d. Melakukan uju dan riset di lapangan bila diperlukan.
    e.  Berpikir kreatif dalam memecahkan masalah.
    f.  Berorientasi inovatif dalam mengambil langkah-langkah pemecahan masalah untuk
        membuat terobosan yang kreatif sehingga masalah dapat dirubah menjadi peluang,
        gagasan, ide, dan keunggulan.
    g. Memperluas informasi, pengetahuan, dan wawasan yang berhubungan dengan
        analisa masalah tersebut sebelum mengambil keputusan.
    h. Mengusahakan bertanya pada orang yang berpengalaman dalam bisnis atau masalah
tersebut. Gali pengetahuan sebanyak mungkin.
    i.  Mencari dan merekrut orang-orang yang kompeten untuk membantu dalam proses
pemecahan masalah.
    j. Hindari rasa malu bila terjadi masalah karena itu hal yang wajar.
    k. Percaya diri dan keyakinan diri yang kuat sebagai kunci sukses terakhir. 

10. Cara mengidentifikasi masalah dan factor penyebabnya:
      a. Pelajari terlebih dahulu apakah jenis masalah itu bersifat kritis, terkendali, atau
          tidak terkendali.
      b. Pelajari apa dampak dari masalah tersebut, berskala besar atau kecil, bersifat biasa 
          atau luar biasa, lalu mulailah buat alur dari dampaknya. 
      c. Telusuri masalah dari awal sampai akhir hingga faktor-faktor penyebabnya.
      d. Uraikan satu persatu faktor penyebabnya dan mulailah menghubungkan keterkaitan
          dari masing-masing faktor.
      e. Temukan faktor-faktor penyebabnya hingga bila diselesaikan akan berdampak
          bagaimana? Baik atau belum cukup baik?


C.       

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar